IBU



Makna dari lagu ini semakin dapat saya rasakan waktu kemarin nganter adik wisuda dari bangku sekolah dasar. Dinyanyikanlah lagu ini oleh salah seorang anak didik dan seorang Ustadz/Gurunya, Entah kenapa lirik itu menjadi sangat mengena sekali, apakah karena dinyanyikan secara langsung didepan orang tuanya? entahlah yang jelas terasa sangat trenyuh. Ditambah lagi disela-sela lagu ini dinyanyikan secara tiba-tiba semua anak didik yang hadir muncul dari belakang berbondong-bondong membawa sekuntum bunga untuk diberikan kepada ibunya masing-masing, seraya melebarkan tangan menangkap pelukan hangat dari orang tuanya. Sungguh betapa suasana menjadi sangat haru dan bangga dengan disertai menetesnya air mata

Bersinar kau bagai cahaya
Yang selalu beriku penerangan
Selembut sutra kasihmu ’kan
Selalu rasa dalam suka dan duka


Reff:
Kaulah ibuku cinta kasihku
Terima kasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu

Bagaikan embun kau sejukkan
Hati ini dengan kasih sayangmu
Betapa kau sangat berarti
Dan bagiku kau takkan pernah terganti

Repeat reff
Kaulah ibuku cinta kasihku
Pengorbananmu sungguh sangat berarti

Repeat reff [2x]
Sinari hidupku dengan kehangatanmu

akan lebih terasa jika dapat mendengarkan dentuman nada-nadanya, disini


Terima Kasih Guruku



Suatu lirik lagu yang mengingatkan saya kepada jasa-jasa seorang guru, sangat mengena, sungguh berharganya mereka dalam hidup ini. Yang telah memberikan pengajaran dan pendidikan pada kita semua. Terima Kasih Guruku :')

pagiku cerahku
matahari bersinar…
ku gendong tas merahku di pundak…
slamat pagi semua
ku nantikan dirimu
di depan kelasku menantikan kami..
guruku tersayang
guru tercinta
tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal..
guruku terima kasihku…
nakalnya diriku kadang buatmu marah…
namun segala maaf kau berikan..


reff::
guruku tersayang …
guru tercinta tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal…
guruku terima kasihku…


Kalo pengen dengerin lagunya yang akan membuat hati terlarut dalam suasana haru dan bangga bisa didownload disini

"Merantaulah...." (Imam Syafi'i 767-820M)


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri seberang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

-negeri 5 menara-

Sugeng Riyadi


Sumorot cahyaning kartika angiring mijilipun dinten fitri ingkang lumeber dhumateng sedaya kawulaning Gusti. Sugeng riyadi dhumateng panjengenang sami, ngaturaken sedaya kalepatan nyuwun agunging sih samudra pangaksami.